Syair-syair Kalangan Sufi



Aku Pernah tak suka kepada karibku
Karena agamaku berbeda dengan agamanya
(Kini) hatiku telah terbuka 
Menerima segala bentuk (agama)
Padang rumput bagi rusa, 
Rumah untuk berhala-berhala
Rumah untuk berhala-berhala
Gereja bagi para pendeta
Kakbah untuk yang tawaf
Papan-papan Taurat
Lembar-Lembar Alquran
Aku beragama dengan dengan agama cinta
Kemanapun ia berlayar
Cinta kepada-Nya
Adalah agama dan keyakinanku.......(ibnu Arabi)


Apa yang mesti aku lakukan , O Muslim?
Sebab aku tak kenal diriku
Aku bukan Nasrani, bukan Yahudi, bukan Majusi, bukan pula Muslim
Aku tidak dari Timur, tidak dari Barat, tidak dari daratan, tidak dari lautan
...O tempatku tak bertempat, Jejakku tak berjejak
Tempat asalku bukan tubuh dan jiwa,
Sebab, aku adalah milik jiwa sang Kekasih.....(Jalaluddin  Rumi)


Pelayanan kepada sesama adalah seluruh peribadatan
Peribadatan kepada Tuhan tidak dilakukan 
(Hanya) dengan manik-manik tasbih, Jubah kesalehan, 
atau sajadah.......(Abu Sa'id ibn Abi al-Khair)



Sepanjang hidupku tidak seekor semut pun
Yang menderita karenaku.
Inilah yang menjadi jalanku di masa lalu 
Dan demikianlah di masa datang.......(Syah Ni'matullah)

Aku berkelana di tanah orang -orang kristen dari ujung ke ujung mencari semuanya,
Tapi Dia tidak ada di palang Salib
Aku juga mendatangi biara tempat penyembahan orang-orang Hindu
Juga di tengah nyanyian kaum Majusi ketika memuja api, tak kutemukan Dia
Aku mendaki gunung Herat dan Kandahar
Aku lihat, Dia juga tak bersemayam di dalam dan di ujung bukit-bukitnya
Aku berlari cepat mengitari Kakbah mencari Dia tapi di Kakbah itu yang menjadi 
altar perlindungan anak-anak mudadan orang tua, tak kutemukan Dia
Ketika aku memandang pada kedalaman hatiku Ya, aku melihat-Nya,
Dia di sana dan bukan di tempat yang lain........(Jalaluddin Rumi)


Aku memikirkan agama-agama dengan sungguh-sungguh,
Kemudian sampailah pada kesimpulan
Bahwa ia mempunyai banyak sekali cabang.
Maka, jangan sekali-kali mengajak seseorang kepada suatu agama, karena sesungguhnya itu akan Menghalangi untuk sampai pada tujuan yang kokoh.
Tetapi, ajaklah melihat asal/sumber segala kemuliaan dan makna, 
Maka ia akan memahaminya......(Al- Hallaj)


Adalah seekor Gajah di rumah yang gelap,
beberapa orang Hindu membawanya untuk dipertunjukkan.
Karena melihat dengan mata tak mungkin,
Setiap orang merabanya dengan tangannya.
Tangan yang seorang menyentuh belalainya,
Ia berkata, " Makhluk ini seperti pipa air."
Yang lain meraba telinganya: baginya gajah tampak sepeti kipas.
Yang lain memegang kakinya: ia berkata," 
Aku dapati bentuk gajah seperti tiang."
Yang lain meletakkan tangannya di punggungnya: 
Ia berkata, "Sesungguhnya gajah ini menyerupai 
Singgasana." Setelah masing-masing memasang lilin di tangannya, 
Perbedaan pun lenyap dari kata-kata mereka........(Jalaluddin Rumi)


Hatiku telah menerima berbagai bentuk,
Tempat pengembalaan bagi kijang,
Biara bagi pendeta,
Rumah bagi berhala,
Dan Kakbah bagi yang bertawaf,
Sabak bagi Taurat, dan mushaf bagi al-quran.
Aku beragama dengan agama cinta,
Cinta itulah agama dan imanku........(Syekh Al- Akbar)



Post a Comment

Previous Post Next Post